Berdasarkan penelitian seorang sarjana Perancis yang bernama Coedes dalam bidang peradaban Masyarakat Indonesia sebelum pengaruh Hindu-Buddha terdapat 10 unsur peradaban yang dimiliki di antaranya :
- Memelihara ternak (sapi, unggas, dan lain-lain)
- Mengenal keterampilan teknik undagi (perundagian)
- Mengenal pengetahuan pelayaran di samudera luas
- Sistem kekerabatan matrilineal
- Kepercayaan animisme, dinamisme, dan pemujaan roh leluhur
- Mengenal organisasi pembagian air untuk pertanian (irigasi)
- Kepandaian membuat barang-barang dari tanah liat seperti gerabah atau tembikar
- Kepercayaan kepada penguasa gunung
- Cara pemakaman pada dolmen atau kubur batu
- Mitologi pertentangan antara dua unsur kosmos
Sedangkan sarjana purbakala Dr. Brandes menyatakan bahwa menjelang masuknya pengaruh Hindu-Buddha atau menjelang kehidupan masyarakat Indonesia mengenal tulisan, telah memiliki 10 unsur pokok kebudayaan asli Indonesia, yaitu :
- Bercocok tanam padi( bersawah)
- Mengenal prinsip dasar permainan wayang, dengan maksud untuk mendatangkan roh nenek moyang.
- Mengenal seni gamelan yang terbuat dari perunggu
- Pandai membatik (tulisan hias)
- Pola susunan masyarakat macapat, susunan suatu ibukota selalu terdapat tanah lapang atau alun-alun yang dikelilingi oleh istana (keraton), bangunan tempat pemujaan atau upacara agama. Sebuah pasar dan sebuah rumah penjara.
- Telah mengenal alat tukar dalam perdagangan
- Membuat barang-barang dari logam, terutama perunggu
- Memiliki kemampuan yang tinggi dalam pelayaran (sebagai bangsa bahari)
- Mengenal pengetahuan astronomi
- Susunan masyarakat yang teratur
Jadi, berdasarkan sisa-sisa peninggalan yang ditemukan maka dapat diungkapkan bahwa kehidupan masyarakat nenek moyang Indonesia pada zaman sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha telah memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi. Dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa masyarakat bangsa Indonesia pada masa itu adalah :
- Masyarakat agraris – religius dengan bercocok tanam padi
- Memiliki tingkat peradaban yang tinggi (teknologi perundagian) dan pelayaran
- Hidup dalam kelompok berdasarkan asas kehidupan gotong royong musyawarah dan mufakat
- Merupakan masyarakat komunal dengan asas kesejahteraan bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar