Sanggar Seni Paguron Ki Bagus Nata SMA Negeri 1 Kroya-Indramayu berhasil meraih juara pertama Kreasi Seni Daerah dalam Galaksi Tungkat Prov. Jabar. Sebuah kebanggaan, selain mengemban misi pelestarian kesenian daerah yang hampir terlupakan oleh generasi muda juga berhasil mendapatkan apresiasi di tingkat provinsi. "Kami datang dengan cemas, akhirnya pulang dengan emas", begitulah ungkapan kegembiraan Presiden SMAKRO Kang Opik. Memang semasa kepemimpinannya di SMAKRO, kang Opik (panggilan akrab utk Taofik, S.Pd) sangat peduli dengan pelestarian kesenian daerah, apalagi dengan melihat talenta-talenta muda SMAKRO yang berbakat serta didukung rekan-rekan guru yang berkompeten dibidangnya seperti Abah Oni, Mas Randam, dan Teh Vety, serta dukungan dari pihak lain. Maju Terus Ki Bagus Nata...Lestarikan Budaya dan Ukir Prestasi. Salam...
Jumat, 25 Februari 2011
Unsur-Unsur Peradaban Masyarakat Indonesia
Berdasarkan penelitian seorang sarjana Perancis yang bernama Coedes dalam bidang peradaban Masyarakat Indonesia sebelum pengaruh Hindu-Buddha terdapat 10 unsur peradaban yang dimiliki di antaranya :
- Memelihara ternak (sapi, unggas, dan lain-lain)
- Mengenal keterampilan teknik undagi (perundagian)
- Mengenal pengetahuan pelayaran di samudera luas
- Sistem kekerabatan matrilineal
- Kepercayaan animisme, dinamisme, dan pemujaan roh leluhur
- Mengenal organisasi pembagian air untuk pertanian (irigasi)
- Kepandaian membuat barang-barang dari tanah liat seperti gerabah atau tembikar
- Kepercayaan kepada penguasa gunung
- Cara pemakaman pada dolmen atau kubur batu
- Mitologi pertentangan antara dua unsur kosmos
Sedangkan sarjana purbakala Dr. Brandes menyatakan bahwa menjelang masuknya pengaruh Hindu-Buddha atau menjelang kehidupan masyarakat Indonesia mengenal tulisan, telah memiliki 10 unsur pokok kebudayaan asli Indonesia, yaitu :
- Bercocok tanam padi( bersawah)
- Mengenal prinsip dasar permainan wayang, dengan maksud untuk mendatangkan roh nenek moyang.
- Mengenal seni gamelan yang terbuat dari perunggu
- Pandai membatik (tulisan hias)
- Pola susunan masyarakat macapat, susunan suatu ibukota selalu terdapat tanah lapang atau alun-alun yang dikelilingi oleh istana (keraton), bangunan tempat pemujaan atau upacara agama. Sebuah pasar dan sebuah rumah penjara.
- Telah mengenal alat tukar dalam perdagangan
- Membuat barang-barang dari logam, terutama perunggu
- Memiliki kemampuan yang tinggi dalam pelayaran (sebagai bangsa bahari)
- Mengenal pengetahuan astronomi
- Susunan masyarakat yang teratur
Jadi, berdasarkan sisa-sisa peninggalan yang ditemukan maka dapat diungkapkan bahwa kehidupan masyarakat nenek moyang Indonesia pada zaman sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha telah memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi. Dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa masyarakat bangsa Indonesia pada masa itu adalah :
- Masyarakat agraris – religius dengan bercocok tanam padi
- Memiliki tingkat peradaban yang tinggi (teknologi perundagian) dan pelayaran
- Hidup dalam kelompok berdasarkan asas kehidupan gotong royong musyawarah dan mufakat
- Merupakan masyarakat komunal dengan asas kesejahteraan bersama
Kegunaan Sejarah
Secara garis besar ada dua guna sejarah, yaitu guna intrinsik yakni bermanfaat bagi sejarah itu sendiri, dan guna ekstrinsik, yakni bermanfaat bagi penikmat/ pemakai sejarah.
1) Guna Intrinsik mencakup:
a. Sejarah sebagai ilmu
b. Sejarah sebagai cara untuk mengetahui masa lalu
c. Sejarah sebagai pernyataan pendapat
d. Sejarah sebagai profesi.
2)
Guna Ekstrinsik meliputi:
|
a. Sejarah sebagai pendidikan moral
b. Sejarah sebagai pendidikan penalaran
c. Sejarah sebagai pendidikan politik
d. Sejarah sebagai pendidikan kebijakan
e. Sejarah sebagai pendidikan perubahan
f. Sejarah sebagai pendidikan masa depan
g. Sejarah sebagai pendidikan keindahan
h. Sejarah sebagai ilmu bantu
i. Sejarah sebagai latarbelakang
j. Sejarah sebagai bukti.
Ø Kegunaan Sejarah dalam kehidupan masyarakat :
o Memberikan Kesadaran Waktu.
o Memberikan Pelajaran yang Baik.
o Memperkokoh Rasa Kebangsaan (Nasionalisme).
o Memberikan ketegasan Identitas Nasional dan Kepribadian Suatu Bangsa.
o Sumber Inspirasi.
o Sarana Rekreatif.
Kita sering bingung dan bertanya apa fungsi sejarah pada masa sekarang, ditengah konflik di kalangan masyarakat dan penyelenggara negara? Juga ditengah gejolak disintegrasi bangsa, yang menurut penyelenggara negara dianggap sebagai gerakan separatisme? Setidaknya terdapat tiga fungsi sejarah:
1. Membangun kembali penghargaan dan komitmen terhadap heterogenitas antar etnis dan golongan.
2. Memberikan identitas dan perspektif nasional ditengah masyarakat global
3. Memberikan inspirasi sekaligus cerminan betapa bangsa ini dibangun lewat proses sejarah yang begitu lama dan unik.
Sejarah Sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni
1. Sejarah Sebagai Peristiwa
Karena peristiwa sejarah itu benar-benar ada dan terjadi, kemudian kejadian sejarah dianggap sebagai kenyataan sejarah. Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lampau menjadi materi yang sangat penting dalam pembahasan ilmu sejarah.Tidak setiap peristiwa tercatat dalam catatan sejarah. Yang tercatat adalah hanya peristiwa yang unik, yang hanya sekali terjadi, dan merupakan peristiwa penting seperti yang tercatat pada ciri-ciri sejarah di halaman sebelumnya.
2. Sejarah sebagai Kisah
Sejarah sebagai Kisah itu tidak pernah lepas dari peristiwa-peristiwa sejarah yang telah terjadi di masa lampau yang berupa ingatan manusia yang bersifat oral history karena peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang telah terjadi di masa lampau.
Dalam bentuk kisah sejarah inilah peristiwa masa lalu di hadirkan kembali sebagai data sejarah.
3. Sejarah sebagai Ilmu
Berikut ini adalah para ilmuwan yang berpendapat mengenai sejarah. Menurut Burry, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak kurang dan tidak lebih. York Powell menyatakan bahwa sejarah bukanlah sekedar suatu cerita yang indah, instruktif, dan mengasyikkan, tetapi merupakan cabang ilmu pengetahuan.
a. Empiris
Ilmu sejarah termasuk ilmu-ilmu empiris. Kata empiris berasal dari kata Yunani “empeiria” yang berarti pengalaman. Jadi dapat kita simpulkan bahwa empiris artinya sejarah itu diperoleh dari hasil penelitian, percobaan, dan pengamatan yang telah dilakukan.
b. Memiliki Objek
Sejarah memiliki objek sebagai bahan kajiannya. Adapun objek sejarah adalah manusia dengan waktu. Dengan kata objek sejarah adalah kehidupan masa lampau namun dapat dikaitkan dengan masa sekarang dan masa yang akan datang. Akan tetapi objek sejarah lebih ditekankan kepada manusia dalam sudut pandang waktu.
c. Memiliki Teori
Dalam bahasa Yunani theoria berarti renungan. Jadi sejarah mempunyai teori artinya berisi satu kumpulan tentang kaidah pokok suatu ilmu. Ada banyak teori, seperti teori tentang nasionalisme, teori geopolitik, teori Challenge and Response oleh Arnold Toynbee, teori konflik sosial dari Karl Marx, dan teori Future Shock oleh Alfin Tofler.
d. Memiliki Metode
Methodos dalam bahasa Yunani berarti cara. Dari situlah sejarah dipisahkan, ada sejarah ilmiah dan ada sejarah populer. Sejarah ilmiah yang juga dikenal sebagai sejarah akademis dalam pembahasannya lebih banyak menggunakan metode ilmiah sehingga terkesan kaku untuk dibaca. Sedangkan sejarah popular dengan berlandaskan kesusastraan menjadi lebih menarik untuk di baca. Dalam penelitian, sejarah mempunyai metode tersendiri yaitu :
· Heuristik
Istilah heuristik berasal dari bahasa Yunani heurisken yang artinya menemukan. Dalam kata heuristik berarti tahap pencarian sumber sejarah baik sumber lisan, tertulis, atau benda. Selain itu, dikenal dua macam sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder.
· Verifikasi
Tahapan ini dikenal dengan tahapan mengkritik isi sumber dalam ilmu sejarah. Pada tahapan ini terbagi menjadi dua yaitu, kritik intern dan kritik ekstern. Kritik Intern adalah kritik terhadap isi dari suatu peninggalan sejarah, seperti isi prasasti, isi kitab kuno, isi dokumen dll. Kritik Ekstern adalah kritik terhadap keaslian dari sumber – sumber sejarah yang ada. Dengan cara :
a. Tipologi, yaitu penentuan berdasarkan bentuk (tipe) dari benda peninggalan.
b. Stratifikasi, yaitu penentuan umur relatif suatu benda berdasarkan lapisan tanah tempat benda tersebut ditemukan.
c. Kimiawi, yaitu penentuan berdasarkan unsur – unsur kimia.
· Interpretasi
Tahap penafsiran fakta – fakta sejarah sudah di dapatkan. Penafsiran ini dapat dilakukan melalui cara analisis & sintesis.
· Historiografi
Tahap penulisan kembali suatu peristiwa sejarah sebagai sebuah bentuk catatan sejarah atau dalam kata lain historiografi merupakan penghubung dari data menjadi sejarah.
4. Sejarah Sebagai Seni
Sejarah dikatakan sebagai seni sebab dalam rangka penulisan sejarah, seorang sejarawan memerlukan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa selain itu juga disajikan dengan memperhatikan keindahan bahasa dan seni penulisan.
· Intuisi
Yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penelitian berlangsung. Dalam hal ini, cara kerja sejarawan sama dengan cara kerja seorang seniman.
· Imajinasi
Dalam melakukan pekerjaannya seorang sejarawan harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi sesudah itu.
· Emosi
Pada masa penulisan sejarah zaman Romantik, yaitu pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, sejarah dianggap sebagai cabang dari sastra. Akibatnya, dalam penulisan sejarah disamakan dengan menulis sastra. Oleh karena itu, dalam penulisan sejarah harus dengan keterlibatan emosional.
· Gaya Bahasa, Gaya bahasa yang baik, bukan berati gaya bahasa yang berbunga-bunga. Sering kali gaya bahasa yang lugas justru lebih menarik. Gaya bahasa yang berbelit-belit dan tidak sistematis merupakan gaya bahasa yang buruk.
Langganan:
Postingan (Atom)
